Sejarah Perekonomian Indonesia Dari Masa Ke Masa

Sejarah Perekonomian Indonesia Dari Masa Ke Masa

Konsultannasa.net – Perlu anda ketahui kekuatan ekonomi tervesar di wilayah asia tenggara setelah china dan india adalah di duduki oleh negara indonesia. Tidak tanggung – tanggung karena dalam kekuatan ekonomi indonesia menduduki tingkat ketiga terbesar di asia. Selain itu  hal menarik lainnya bukan hanya terbesar ketiga di asia, akan tetapi indonesia juga mendapat peringkat ke – 16 di dunia mengenai ekonomi negara. Indonesia juga merupakan anggota G -20.

Orde Baru (1966-1998)

Pada saat dibawah kepemimpinan presiden soekarno indonesia sendiri mengalami gejolak yang cukup hebat pada masa itu. Gejolak tersebut mengenai lingkup sosial dan politik, kejadian itu tepat pada pertengahan 1960an. Kemudian setelah gejolak tersebut terjadi, indonesia di pimpin oleh presiden soeharto. Yang mana preside soeharto ini mengambil tindakan restrukturasi dalam sebuah tata kelola fiskal. Yang pastinya pada saat itu tata kelola fiskal sedang tercerai berai. Dimana pada saat itu kebijakan ekonomi yang bisa dikatakan telah memberatkan perimbangan neraca APBN yang sudah ada. Baca juga Tips Merekrut Reseller Ala supplier!

Hasil gambar untuk pemerintah indonesia

Restrukturasi tata kelola fiskal dilakukan dengan cara meengadakan renegosiasi menggenai tentang pembayaran hutang dan juga jatuh tempo pembayarannya. Selain itu adapula di dalamnya permintaan terhadap IMF agar mengasistensi dalam pengelolahan fiskal indonesia yang pada saat itu masih dalam keadaan rapuh. Bisa dikatakan bahwa butuh waktu 2 dekade untuk indonesia dalam mengembalikan posisi ekonomi negaranya seperti semula. Beberapa kegiatan ekonomi yang di lakukan dalam upaya membangkitkan ekonomi indonesia diantaranya seperti perdagangan yang berbasis ekspor.

Bukan hanya itu saja faktanya dengan adanya perdagangan ekspor yang di lakukan oleh indonesia, tentu menghasilkan sebuah penghargaan dimana pada waktu itu indonesia menjadi salah satu The East Asia Miracle 1990an. Tentu semuanya itu di dapatkan karena terdapat pula upaya negara indonesia dalam menumbuhkan stabilitas politik, ekonomi dan juga  sosial serta pertahanan lainnya yang telah menjadi tameng ekonomi yang kuta. Sehingga dengan adanya demikian tentu  indonesia mampu membuahkan pencapaian dalam pertumbuhan perekonomian yang unggul dengan di bantu adanya sektor indusri manufaktur. Industri manuffaktur yang di maksud tentu bukan hanya yang berbasis ekspor saja akan tetapi  terdapat pula industri pengolahan sumber daya alam lainnya.

Gambar terkait

Pencapaian indonesia pada waktu itu yakni indonesia menjadi salah satu negara yang telah terindustrialisasi dengan ngeara lain seperti korea selatan, thailand dam juga jepang pastinya. Akan tetapi pada saat itu faktanya meskipun inodnesia telah menoreh beberapa pencapaian seperti industri dan pertumbuhan perokomian lainnya. Namun tidak bisa di pungkiri pada waktu itu infrastruktur negara kita tidak memiliki pertumbuhan yang cukup pesat untuk menopang perekonomian indonesia. Seperti pada akses jalan tol, pelabuhan dan juga kereta api.  Dampak akibat kurangnya pertumbuhan infrastruktur adalah munculnya sebuah kesenjangan sosial antar wilayah kepulauan seperti pulau jawa dan juga pulau papua. Keduanya bisa di katakan memiliki kesenjangan yang cukup tinggi pada saat itu karena akses infrastrutur yang kurang baik sehingga kebutuhan pasar tidak dapat menyebar luas. Pada masa itu ada kejadian yang cukup besar mengenai urbanisasi masal yang mana warga indonesia yang berada di luar pulau jawa berbondong – bondong berpindah ke pulau jawa. Pastinya dengan adanya fenomena tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya pertumbuhan ekonomi hanya di persembahkan untuk pulau jawa tentunya. Baca juga Situs Sumber Uang Dari Internet!

Gambar terkait

Fenomena lain yang terjadi pada saat itu juga adalah mengenai fiskal APBN yang mana pada saat itu telah mengarah pada perimbangan neraca yang tidak sehatdan penegakan regulasi serta pada pengawasan berjalannya kegiatan  sektor finansial yang semakin melemah pada masa itu. Hal ini di karenakan oleh minimnya sebuah kecakapan instansi dalam melakukan pengaturan kegiatannya dalam sektor jasa keuangan. Sehingga hal ini dapat menimbulkan adanya pertumbuhan mengenai pinjaman tidak bergerak atau disebut non performing loan. Yang mana pinjaman tidak bergerak tersebut tidak mampu untuk di kendalikan dikarenakan oleh peran regulator finansial yang sudah gagal pada masa itu. Yang seharusnya regulator  finanasial dapat menegakan peraturan dalam memeberikan sebuah pertanggungjawaban sosial suatu perusahaan yang berupa kegiatan yang mampu mengedukasi mengenai keuangan terhadap rakyat.

Gambar terkait

Masa itu telah mencapai titik puncaknya pada saat terjadi krisis moneter di tahun 1998 , tentu saja berita ini telah menjuru ke berbagai daerah termasuk negara lain bahkan bisa di katakan hingga seluruh asia mengetahuinya. Sebenarnya timbulnya krisis monenter ini masuk kedalam indonesia karena pengamanan sistem keuangan pada masa itu telah gagal. Maka dari itu isu tersebut menyebar di berbagai negara dari mulai sektor perekonmian bahkan hingga sektor perindustrian keuangan indonesia. Hal inilah adalah yang menjadi momok utama jatuhnya ekonomi indonesia.Selain itu kegagalan tersebut juga menimbulkan jatuhnya segala pencapaian yang telah di raih oleh indonesia, dimana pada masa itu semua hubungan kerja telah di putuskan sehingga menimbulakan berbagai kericuhan. Kericuhan inilah yang di dalamnya terdapat tuntutan rakyat agar presiden soeharto lengser dari singgah sananya sebagai pemimpin negara indonesia.

Hasil gambar untuk ekonomi indonesia

Tentunya dampak yang terjadi permintaan terhadap IMF agar mengajukan pinjaman dalam rangka menormalisasikan perekonomian negara yang pada saat itu sedang porak poranda. Dimana hal ini karena negara indonesia pada masa itu tidak dapat menanggung biaya yang cukup banyak akibat pengamanan keuangan negara indonesia yang gagal. Tentu saja hal ini bisa di katakan karena kegagalan pemerintahan pada masa itu oleh presiden soeharto sebagai pemimpin indonesia, dimana dirinya kurang mampu dalam menumbuhkan ekonomi yang memiliki sistem dan pondasi yang cukup kuat sehingga seharusnya jika nantinya terjadi kegagalan dapat segera di antisipasi. Selain itu juga pondasi keuangan negara yang kuat pastinya harus mampu menanggulangi bahaya – bahaya ekonomi yang akan terjadi. Ketidak cakapan dalam pemerintah dalam menanggulagi krisis moneter pada masa itu yang telah menyebabkan terjadinya krisis moneter.

Pasca Pemerintahan Presiden Suharto

Hasil gambar untuk ekonomi indonesia

Tepat pada agustus 1998 negara indonesia dan IMF telah menyetujui adanya peminjaman dana yang mana pada masa itu pemimpin negara di bawah kuasa oleh presiden B.J Habibie. Setelah itu pada bulan oktober 1990 terpilihnya Presiden Gus dur yang mana beliau telah mengambil keputusan untuk memperpanjang program tersebut. tepat pada tahun 2010 pada masa itu ekonomi indonesia bisa dikatakan lebih stabil dan selain itu pertumbuhan perekonomian indonesiapun cukup pesat. Hal ini di karenakan PDB dapat dipastikan mampu melebihi dari angka Rp 6.300 trilyun. Tentunya angaka tersebut meruapakan peningkatan yang cukup pesat bahkan 100 kali lebih baik daripada PDB di tahun 1980.

Pada masa itu juga indonsia memiliki pertumbuhan perekonomian terbesar yang mampu melesat dengan cepat setelah india dan china tentunya pencapaian ini diantara 20 negara anggota industri ekonomi terbesar di dunia G20.  Bayangkan saja pada masa itu di  tahun 2010 PDB mencapai angka 6.400 trilyun lebih dai perbandingan tahun 1980 yang mana pada tahun tersebut PDB hanya menyentuh angka 60 trilyun. Ini adalah pencapaian perekonomian indonesia yang cukup membanggakan karena untuk keluar dan mampu melewati peristiwa krisis moneter tidaklah mudah harus ada ide cemerlang dan kecakapan dalam mengambil keputusan dalam upaya mengatasinya.

Pengeluaran Publik

Gambar terkait

Semenjak adanya peristiwa mengenai krisis asia di akhir tahun 1990 an yang merupakan sebab jatuhnya presiden soeharto dari kepemimpinanya dalam masa  itu tepatnya pada bulan mei 1998. Pada saat itulah keuangan negara indonesia memiliki kejadian yang sangat besar.  Perlu anda ketahui jika kita melihat secara jeli bahwa krisis keuangan tersebut telah menyebabkan terjadinya kontaksi ekonomi yang cukup besar. Selain itu juga berdampak pada penurunan yang yang pesat tetapi pengeluaran publik semakin meningkat. Pastinya hal ini tidak membuat terkejut jika pada masa itu hutang serta subsidi naik drastis akan tetapi belanja negara untuk pembangunan di pangkas besar – besaran.

Pada masa sekarang ini tentu indonesia sudah melewati masa – masa krisis moneter tersebut dan bisa di katakan masa sekarang ini indonesia mampu memiliki banyak sumber daya keuangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pembangunan negara. Hal ini dikarenakan pada masa sekarang ini pemerintah lebih mengedepankan kehati – hatian dalam sistem pengeloaan sistem keuangan negara. Hal yang paling utama sebanrnya adalah defisit anggaran yang cukup rendah. Selain itu adapula perubahan pada pembelanjaan dana yang bertransformasi dengan melalui perubahan besar desentralisasi  di tahun 2001. Yang mana hal inimenyebabkan peralihan dari beberapa prosentase bagian yang harusnya menjadi dana pembelanjaan pemerintah beralih untuk di bagikan ke pemerintah daerah di tahun 2006.

Gambar terkait

Pada saat tahun 2005 telah terjadi kenaikan harga minyak internasional yang mana menimbulkan adanya subsidi pada minyak domestik tidak dapat di tangani. Sehingga hal ini dapat mengancam pada stabilitas makroekonomi yang tentu sebelumnya telah susah payah untuk di gapai. Meski demikian adapun resiko aspek politik yang timbul dimana asumsi bahwa peningkatan harga minyak yang melambung tinggi tentu akan menaikan tingkat inflasi menjadi cukup besar. Oleh karena itu pemerintah berhak mengambil tindakan keputusan untuk memotong subsidi minyak di dalam negeri. Kemudian pada pengambilan tindakan pemerintah tersebut telah memberikan US$10 milyar penambagan dalam upaya guna pengeluaran untuk aspek pembangunan . bukan hanya itu saja pada tahun 2006 adapula tambahan US$5 milyar yang sudah di sediakan. Yang mana penambahan itu merupakan sebuah berkat percampuran dari kenaikan pendapatan yang di sokong oleh pertumbuhan perekonomian yang cukup stabil secara menyeluruh serta penurunan pada pembayaran hutang.

Gambar terkait

Hutang tersebut merupakan  sisa dari krisis ekonomi yang sebelumnya telah melanda pada masa pemerintah sebelumnya. Pastinya pada masa itu yakni pada tahun 2006 bisa di pastikan bahwa pemerintah memiliki US$15 milyar tentu jumlah yang cukup besar untuk di alokasikan pada pembelanjaan untuk program pembangunan. Perlu kita ketahui negara belum memiliki ruang fiskal yang sedemikian ekstra  pada saat peningkatan pendapatan yang telah di alami saat kenaikan minyak di pertengahan tahun 1970 an. Meski demikian namun jika di bandingkann tentu memiliki perbedaan yang paling menonjol yakni pada peningkatan pendapatan yang besar dari minyak tahun 1970 an. Yanga mana hal tersebut dianggap hanya merupakan sebuah keberuntungan keuangan saja yang tidak dapat di duga. Akan tetapi sebaliknya ruang fiskal pada masa ini dapat di capai yang merupakan hasil keputusan langsung oleh kebijakan pemerintah dengan mengedepankan kehati – hatian.

Tentu hal tersebut terjadi tidak dapat di pungkiri atas kebijakan pemerintahan di masa presiden B.J Habibie dalam masa pemerintahan mei 1998 hingga agustus 2001 dalam upaya mendesentralisasikan  sebuah wewenang dalam pemerintah di tahun 2001. Selain itu adapula bagian yang cukup besar dari anggaran pemerintah telah di alokasikan untuk peningkatan pembangunan daerah melalui pemerintah daerah. Dengan adanya demikian maka tentunya pemerintah provinsi terutama pada kabupaten di seluruh wilayah indonesia telah membelanjakan 37 % dari keseluruhan total dana publik.. hal ini lah yang dapat memperlihatkan pada tingkat desentralisasi fiskal yang cukup tinggi dari pada rata – rata OECD.

Hasil gambar untuk ekonomi indonesia

Dengan adanya pencapaian demikian maka pemerintah indonesia memiliki kesempatan yang baik untuk dapat mengolah kembali pelayanan publik yang sudah beberapa tahun lamanya terabaikan. Tentunya hal tersebut harus di lakukan dengan mengedepankan kehati – hatian agar pada daerah – daerah yang tertinggal seperti indonesia bagian timur akan mengalami perubahan dengan pemerataan progam pemerintahan. Sehingga hal ini tidak ada lagi istilah kesenajangan sosial ynag terjadi pada daerah – daerah tersebut.

Sebenarnya perlu kita ketahui pada intinya setiap pemerintah pada masa periode kepemimpinan presiden siapaun memiliki kemajuan masing – masing dan juga terdapat kegagalan masing – masing. kita tidak bisa mengatakan bahwa kepemimpinan pada masa presiden soeharto misalnya adalah masa pemerintahan yang buruk. Hal ini tentu karena pencapaian setiap pemerintahan pada masa kemasa ada yang berbeda aspek dan tidak melulu megenai ekonomi. Karena adapula aspek sosial dan politik yang tersentuh perubahan dari masa kemasa. Setiap pemerintahan memiliki ciri khusus dan tidak bisa di samakan antara ke pemimpinan satu dengan lainnya mereka punya personality dan kondisi pemerintahan masing – masing.

Hasil gambar untuk ekonomi indonesia

Cekatan dan juga kehati – hatian sangat perlu dalam meningkatan pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Pasalnya jika pemimpin mengambil keputusan yang gegabah dan tidak mementingkan kepentingan rakyat maka pasti ada sebuah kegagalan yang akan terjadi di masa kepemimpinannya.  Kehati – hatian juga sangat perlu dalam sebuah kegiatan atau aktivtas pemerintah agar ha yang di lakukan dapat tepat sasaran baik secara obejectif maupun subjectif. Beberapa dari kasus seperti krisis moeter pada pemerintahan masa tempo dulu merupakan sebuah dampak dari kurangnya persiapan dan juga kecerobohan dalam aktvitas pemerintah. Hal ini karena pemerintah di harapkan untuk memiliki andil banyak agar ke amanan keunagan negara tidak bobol.

Dimana pembelanjaan di pangkas besar – besaran sedangkan hutang negara semakin bertambah. Yang seharusnya antara peningkatan hutang negara dan juga pembangunan harus sejajar. Yang mana pembangunan semakin baik meskipun  memang membutuhkan dana yang cukup besar. Akan tetapi dalam hal ini pemerintah sah – sah saja menggunakan dana hutang sebagai upaya peningkatan pembangunan. Setidaknya ada timbal balik positif dari hutang negara dan di gunakan harus sebaik – baiknya dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat negara indonesia. Pemetintah adalah elemen yang memiliki andil besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat disuatu negara. Maka dari itu kinerja pemerintah hendaknya dapat menghasilkan suatu hal yang baik dan positif sehingga hasilnya dapat menyentuh segala penjuru wilayah negara tersebut. adapun demikian sebagai warga negara yang baik sebenarnya apresiasi terhadap kinerja pemerintah juga sangat diperlukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *